Kamis, 13 Desember 2012

Rasa Yang Terpendam (Melody)


Aku memiliki sahabat yang kukenal sejak aku pindah ke kota ini. Tepatnya ketika aku masih SD kelas satu di Kota Malang ini. Hendra namanya. Mulai dari SD sampai sekarng (SMA), aku satu sekolah dengan Hendra. Tapi ketika SMP kita tidak pernah satu kelas.Sekarang (kelas dua SMA) kami satu kelas lagi. Dia orangnya baik banget. Suka nraktirin aku jajan. Maklum anak orang kaya. Kadang dia juga curhat masalah pribadi.

Pernah dia cerita. Waktu dia kelas tiga SMP dekat dengan seorang cewek yang boleh aku bilang emang cantik dan manis, Tapi kelihatannya sih dia pemarah. Sebut saja namanya Stella. Aku sering sekali membantu Hendra untuk dekat dengan Stella. Sampai mereka sering jalan bareng, makan bareng, terkadang nonton bioskop. Karena saking senangnya dengan Stella, Hendra jarang sekali ketemu aku. Karena emang Hendra sangat cinta dengan Stella.

Sudah lebih dari enam bulan, namun Stella dan Hendra masih belum jadian. Sampai akupun memberi saran dan cara agar mereka segera jadian. Aku sih carinya di Google. Alhasil tiga hari kemudian mereka berpacaran. Namun masa bahagia itu hanya seaat. Mungkin karena Hendra dan Stella beda sekolah (ketika SMA), atau Stella sudah bosan dengan Hendra, bisa jadi lebih memilih Andre. Bintang di sekolahnya sekarang. Memang dia lebih kaya dibanding Hendra.

Sebenarnya Hendra termasuk kaya. Aku saja hampir tiap hari di traktir makan olehnya. Dan makanan yang paling kami suka adalah "Oskab asli Ngalam" Bakso asli Malang. Kami bagai kakak beradik.Tapi itu dulu, sebelum Hendra kenal dengan Stella. Tapi itu tidak menjadi masalah buatku. Walau jarang sekali aku bertemu dengannya, mungkin karena dilarang. Karena aku orang sederhana. Tapi aku dapat memakluminya.

Hendra sangat sedih ketika dia putus dengan Stella. Dia datang kerumahku yang sederhana. Aku senang sekali bisa bertemu lagi dengannya. Dia curhat segala macam tentang Stella dan pacarny sekarang. Sebut saja namanya Andre. Dia sudah dikenal banyak anak karena dia adalah anak pemilik sekolah. Aku mengajak Hendra keluar rumah ke tempat yang bisa membuatnya lebih santai. Aku kasihan sekali dengan Hendra. Dia menjadi pemurung.

Akupun mengenalkan Hendra dengan teman SMP ku dulu, dia juga sahabatku. Namanya Melody, orangnya cantik sekali, rambutnya panjang, suaranya lembut, dan yang paling kusuka darinya adlah senyumnya. Laki-laki mana sih yang tidak suka melihat senyum Melody. Senyumannya mebuat jantung ini tidak bisa berdetak dengan normal. Memang aku akui, sebenarnya aku juga suka dengan Melody sejak aku SMP. Namun itu tak dapat kuucapkan. hanya pada sosoknya kuimpikan perasaanku. Walau aku sering memberi saran kepada Hendra, sebenarnya aku lebih pengecut darinya karena tidak berani mengungkapkannya.

Melody ini adalah teman dekatku waktu SMP. aku satu kelas dengannya pada saat kelas satu dan dua. Dia mempunyai daik yang tidak kalah cantiknya dengan kakaknya. Wajahnya manis sekali,Cindy Gula JKT48 kalah manis dengannya. Tapi itu menurutku hehehehe. Senyumnya pun sungguh mempesona ditambah gigi gingsulnya walauia sedikit cerewet. Eitz, tapi jangan salah paham dulu, aku hanya mengaguminya. Hatiku tetap untuk Melody.

Tiga bulan telah mereka jalani, tapi belu ada kata pacaran. Sore itu di Alun - Alun Kota Malang, sepertinya Melody dan Hendra sedang ada perbincangan. Melody bingung sekali dengan sikap Hendra. Memang sudah tiga bulan mereka lalui hubungan tanpa status. Hendra masih trauma dengan pacaran. Takut kalau Melody balkalan nyakitin hatinya seperti mantannya dulu.

"Slalu saja nyangkut-nyangkutin dengan Stella. Kalau kamu masih suka sam Stella, lebih baik kamu kembali saja sama dia. Lagian dia juga baru putus sama Andre." ungkap Melody dengan agak kesal.

"Tapi Mel, aku hanya butuh waktu." jawab Hendra.

Melody mengerti perasaan Hendra. Tapi dia butuh kejelasan darinya. Melody dengan agak kesal meninggalkan Hendra. Namun Hendra berhasil menahan tangan Melody.
Dengan sigap namun lembut. Melody pun menoleh kebelakang.

"Tunggu Mel ! " seru Hendra.

"Jika kenangan dapat melupakan cinta sejatimu, kembalilah pada masa lalumu." kata Melody.

Melody meninggalkan Hendra sendiri di Alun - Alun. Hendra sudah tidak mencegahnya lagi. Hendra berpikir, apa mungkin kembali dengan masa laluku ? Tapi disini ada cewek yang masih menunggu kepastianku. Dan setia padaku. Melody atau Stella???

Malam hari ada suara bel berbunyi dirumah Hendra. Hendra beranjak keluar dar kiamarnya dan meuju pintu depan.

"Stella." Hendra terkejut.

Stella memeluk Hendra dengan air mata yang menetes dipipinya. Dan menyesali perbuatannya yang lalu.

"Maafin aku Ndra, aku pernah membuatmu sakit hati. Aku nyesel udah ninggalin kamu. Sekarang aku sudah tidak ada apa-apa lagi sama Andre." ucap Stella.

"Kalau hanya sekedar kata maaf, sudah aku maafin kok." jawab Hendra iba.

"Makasih  Ndra," balas Stella.

"Iya sayang." jawab Hendra dengan mengusap air mata diwajahnya.

Setelah sudah larut malam, Stella pun berpamitan untuk pulang. Stella meninggalkan rumah Hendra. Beberapa langkah kemudian dia menoleh kebelakang. Dan tersenyum. Membuat Hendra menjadi gimana gitu, tau ndri kan?

Hendra semakin bingung dengan semua ini. Melody sangat baik, lebih memilih menunggu kepastian Hendra dan tidak menanggapi lebih cowok-cowok lainnya. Tapi disisi lain Hendra memang masih ada perasaan dan iba terhadap Stella.

Melody pulang dengan meneteskan air mata. Dia butuh seseorang untuk dijadikan sandaran untuk curahan hatinya. baca selengkapnya...

1 komentar:

  1. Add me : www.facebook.com/iksankurniawan48
    Like me : www.facebook.com/forJKT48

    Follow me : @nustqiew
    Follow me : @forJKT48

    BalasHapus