1 Namida Suprise
http://www.youtube.com/watch?v=K2bMap_0aEQ&feature=youtu.be&a
2 Hikouki Gumo
http://www.youtube.com/watch?v=aCB6Tzis7x0&feature=youtu.be&a
3 Kimino kotoga sukidakar
http://www.youtube.com/watch?v=WFwub8s2IRk&sns=tw
Minggu, 23 Desember 2012
Senin, 17 Desember 2012
Link Daftar Isi for JKT48
_
Daftar Isi Picture forJKT48 :
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=423002944438046&set=pb.103055393099471.-2207520000.1356249544&type=3&theater
Ghaida
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=416839021721105&set=a.410991168972557.93364.103055393099471&type=1&relevant_count=1
Cleopatra Djapri
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=414411308630543&set=a.410991168972557.93364.103055393099471&type=1&relevant_count=1
Ayana Shahab
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=413626868708987&set=a.410991168972557.93364.103055393099471&type=1&relevant_count=1
Melody Ramdhani Laksani
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=413621948709479&set=a.410991168972557.93364.103055393099471&type=1&relevant_count=1
Beby Chaesara
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=413259378745736&set=a.410991168972557.93364.103055393099471&type=1&relevant_count=1
Cindy Gulla
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=413258472079160&set=a.410991168972557.93364.103055393099471&type=1&permPage=1
Rezky Wiranti Dhike
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=412516042153403&set=a.412515985486742.93675.103055393099471&type=1&relevant_count=1
Rena Nozawa
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=412519225486418&set=a.410991168972557.93364.103055393099471&type=1&permPage=1
Nabilah Ratna Ayu Azalia
Daftar Isi Cerpen forJKT48 :
www.facebook.com/note.php?note_id=418776278194046
Satu Jam Lagi (Shania)
www.facebook.com/note.php?note_id=413269102078097
Semanis Gula (Cindy)
www.facebook.com/note.php?note_id=410985845639756
Mungkin Bukan Jodohku (Ve)
www.facebook.com/note.php?note_id=410985635639777
Panda yang Special (Sonya)
www.facebook.com/note.php?note_id=410985508973123
Ochi's Story
www.facebook.com/note.php?note_id=410984942306513
Demi Sahabat (Melody) #2
www.facebook.com/note.php?note_id=410984608973213
Rasa yang Terpendam (Melody) #1
(Follow Twitter)
(Like Facebook)
Semanis Gula (Cindy)
Lagi asyik-asyiknya dengerinlagu lewat HP, tiba-tiba terdengar suara.
"San... Iksan..." sepertinya suara dari luar.
"Ya... bentar..." jawabku agak keras
Ku pause lagu yang aku dengarkan tadi. Aku berjalan keluar rumah smbil membawa HP
"Eh, elu Rul, tumben maen ke rumah ? " tanyaku
"Bisa tolongin nggak ? " malah balik tanya
"Emang nolongin ap? " tanyaku penasaran
"Installin game PES 2013 di laptopku." jawabnya
"Jiah, kirain apaan. Masa gak bisa? " tanyaku lagi
"Udah coba, tapi bingung sob" jawabnya
"Ya udah, ayo berangkat !!!" seruku
Sesampainya dirumah Arul kulihat laptopnya masih menyala di ruang tamu. Terlihat tulisan error pada sebuah jendela. Aku kemudian mengeceknya. Kayaknya sih ada yang belum ke install. Aku coba utak-utek semua progam. Aku nginstall mulai awal biar gak bingung. Beberapa menit aku mengklik-klik mouse dan mengarahkan cursor.
"Nah, beres Rul" kataku
"Wah, cepet juga ya? Aku tadi lama, gak bisa-bisa" jawabnya
"Ah, gak juga" balasku
"Bentar ya ??? " katanya
Arul datang membawa stick. sepertinya sih baru.
"Lumayan nih ada barang baru. Hahahaha " gunamku
Kami pun bermain game yang aku install tadi. Biasa anak muda, suka sekali maen game boal. Game yang gak ngebosenin. Arul ngajak taruhan. Tapi hanya untuk penyemangat aja.
"Ayo taruhan." kata Arul
"Gak ah." jawabku singkat
"Cuma buat penyemangat aja." katanya
Kami patungan beli permen satu bungkus. Bukan satu buah loh. Taruhannya cukup unik. Satu gol boleh ambil dua permen dan langsung dimakan. Yang kebobolan juga boleh ambil, tapi satu permen dan harus dikunyah langsung habis. Lumayan adil kan ?
Permainan berjalan 15 menit. Tiba-tiba
"Goooool " teriak Arul
"Sial, kebobolan duluan" gerutuku
"Hahahaha, langsung habisin sob permennya" ejek Arul
"Oke... oke... " jawabku pasrah
Ditengah permainan aku melihat ada cewek lewat depan rumah Arul. kelihatan dari dalm rumah yang tertutup kacaa tranparan.
"Eh, siapa itu sob ? " tanyaku penasaran
"Oh, itu Cindy, tetangga baru." jawabnya santai tapi pandangan tetap ke permainan
"Manis ya anaknya?" kataku
"Bisa aja elu. Tapi juga sih" jawabnya
"Eh, gooooooollll" teriak Arul lagi
"Hiahahahahaha offside brow ..." ejekku dengan nada tertawa
"Sial nih wasitnya." ocehnya
"Rileks mas brow." kataku
"Yo'i sob.." balasnya
"Eh, cewek yang tadi lewat siapa namanya? " tanyaku
"Cindy maksudmu?" jawabnya
"Yapz, Kelas berapa dia?" tanyaku lagi
"Baru aja masuk SMA. Napa sob??? Naksir ya??? tanyanya balik
"Hahhahaha tau aja elu." balasku
Dalam permainan tadi tidak begitu bersemangat. Sampai-sampai aku kalah. Kami maen tidak begitu serius karena dicampuri pembicaraan tentang Cindy. Tapi setelah selesai bercerita aku semakin semangat karena sudah mengetahui sedikit tentang Cindy.
Saking semangatnya sampai-sampai aku ngegolin. Eh gak kerasa satu, dua, tiga.... empat dan lima gooolll aku masukkan ke gawang Arul. Keadaan berbalik. Yang tadinya aku kalah 3-0 dibabak pertama. Di babak kedua membalik keadaan dengan menang 3-5.
Hari sudah mulai sore menjelang malam, aku pun pamit pulang. Untung tadi pas diajak maen udah mandi. Jadi gak usah mandi lagi dah. Biasanya aku mandinya nunggu jam 5an .
Aku masih kepikiran sama Si Cindy. Tanpa disangka ternyata aku melewati rumahnya. baca selanjutnya...
"San... Iksan..." sepertinya suara dari luar.
"Ya... bentar..." jawabku agak keras
Ku pause lagu yang aku dengarkan tadi. Aku berjalan keluar rumah smbil membawa HP
"Eh, elu Rul, tumben maen ke rumah ? " tanyaku
"Bisa tolongin nggak ? " malah balik tanya
"Emang nolongin ap? " tanyaku penasaran
"Installin game PES 2013 di laptopku." jawabnya
"Jiah, kirain apaan. Masa gak bisa? " tanyaku lagi
"Udah coba, tapi bingung sob" jawabnya
"Ya udah, ayo berangkat !!!" seruku
Sesampainya dirumah Arul kulihat laptopnya masih menyala di ruang tamu. Terlihat tulisan error pada sebuah jendela. Aku kemudian mengeceknya. Kayaknya sih ada yang belum ke install. Aku coba utak-utek semua progam. Aku nginstall mulai awal biar gak bingung. Beberapa menit aku mengklik-klik mouse dan mengarahkan cursor.
"Nah, beres Rul" kataku
"Wah, cepet juga ya? Aku tadi lama, gak bisa-bisa" jawabnya
"Ah, gak juga" balasku
"Bentar ya ??? " katanya
Arul datang membawa stick. sepertinya sih baru.
"Lumayan nih ada barang baru. Hahahaha " gunamku
Kami pun bermain game yang aku install tadi. Biasa anak muda, suka sekali maen game boal. Game yang gak ngebosenin. Arul ngajak taruhan. Tapi hanya untuk penyemangat aja.
"Ayo taruhan." kata Arul
"Gak ah." jawabku singkat
"Cuma buat penyemangat aja." katanya
Kami patungan beli permen satu bungkus. Bukan satu buah loh. Taruhannya cukup unik. Satu gol boleh ambil dua permen dan langsung dimakan. Yang kebobolan juga boleh ambil, tapi satu permen dan harus dikunyah langsung habis. Lumayan adil kan ?
Permainan berjalan 15 menit. Tiba-tiba
"Goooool " teriak Arul
"Sial, kebobolan duluan" gerutuku
"Hahahaha, langsung habisin sob permennya" ejek Arul
"Oke... oke... " jawabku pasrah
Ditengah permainan aku melihat ada cewek lewat depan rumah Arul. kelihatan dari dalm rumah yang tertutup kacaa tranparan.
"Eh, siapa itu sob ? " tanyaku penasaran
"Oh, itu Cindy, tetangga baru." jawabnya santai tapi pandangan tetap ke permainan
"Manis ya anaknya?" kataku
"Bisa aja elu. Tapi juga sih" jawabnya
"Eh, gooooooollll" teriak Arul lagi
"Hiahahahahaha offside brow ..." ejekku dengan nada tertawa
"Sial nih wasitnya." ocehnya
"Rileks mas brow." kataku
"Yo'i sob.." balasnya
"Eh, cewek yang tadi lewat siapa namanya? " tanyaku
"Cindy maksudmu?" jawabnya
"Yapz, Kelas berapa dia?" tanyaku lagi
"Baru aja masuk SMA. Napa sob??? Naksir ya??? tanyanya balik
"Hahhahaha tau aja elu." balasku
Dalam permainan tadi tidak begitu bersemangat. Sampai-sampai aku kalah. Kami maen tidak begitu serius karena dicampuri pembicaraan tentang Cindy. Tapi setelah selesai bercerita aku semakin semangat karena sudah mengetahui sedikit tentang Cindy.
Saking semangatnya sampai-sampai aku ngegolin. Eh gak kerasa satu, dua, tiga.... empat dan lima gooolll aku masukkan ke gawang Arul. Keadaan berbalik. Yang tadinya aku kalah 3-0 dibabak pertama. Di babak kedua membalik keadaan dengan menang 3-5.
Hari sudah mulai sore menjelang malam, aku pun pamit pulang. Untung tadi pas diajak maen udah mandi. Jadi gak usah mandi lagi dah. Biasanya aku mandinya nunggu jam 5an .
Aku masih kepikiran sama Si Cindy. Tanpa disangka ternyata aku melewati rumahnya. baca selanjutnya...
Ochi's Story (Ochi)
Hari ini, 05 November 2012 tepat setahun. Hari dimana dia menyatakan cintanya padaku. Ternyata dia memendam rasa padaku. Begitu pula denganku.
Sebenarnya sih, dia cowok temenku. Temenku namanya adalah Cindy. Aku sering sekali diajak Cindy untuk menemani bertemu dengan Mas Dian. Terkadang aku jadi obat nyamuk. Kesana-kesini dan begitulah.
Aku pernah ngerjain mereka. Waktu itu aku diajak Cindy ke Taman. Tapi aku bilang kalau aku lagi ada urusan. Padahal aku mau ngerjain mereka.
Mereka pun berangkat ke Taman tanpa aku. Aku berpura-pura pulang duluan. Padahal aku bersembunyi di balik pos keamanan sekolah.
Sekitar sepuluh menitan merka bercanda. Aku sudah mengikuti mereka dari tadi. Aku sekarang bersembunyi di balik pohon.
“Ehmmm.... Ehmmmm.....” aku bersuara menirukan suara laki-laki.
Sepertinya mereka terkejut. Dan menolah kanan kiri depan belakang. Tapi mereka menghiraukannya. Atau mungkin mereka berpikir ada orang tua yang lewat dan berdehem.
Aku mengambil batu kecil dan aku lemparkan di depan mereka. Dan sepertinya mereka agak ketakutan.
Aku menahan suaraku agar tidak tertawa. Nanti malh ketauan. Walaupun sebenanya sudah dari tadi aku pengen tertawan melihat wajah mereka yang kebingungan.
“Aaa... Aszeeek...... ” godaku dengan tiba-tiba berasa di belakang mereka.
“Aaaah... ngagetin aja. ” Mereka berkata barengan. Seperti sudah direncanakan saja.
“Aszeeeeek... kompak lagi nih, jawabnya barengan mulu.
“Katanya..... “ belum selesai mereka ngomong kami bertiga tertawa. Bagaimana tidak, ketiga kalinya mereka barengan ngomongnya.
“Aszeeeekkk... aszeeeeek... “ godaku lagi.
Mereka berdua tersipu malu seperti yang ada di tipi-tipi itu loh...
“Katanya kamu balik Chi..???” lanjut Cindy yang tadi sempat berjenti
“Mmmmm... aku Cuma mau ngerjain kalian kok.. hahahaha” ejekku
“Oh, Neneng jaill..” ejek Mas Dian
“Aaaaa.. jangan panggil Neneng donk mas, Ochi.” Jawabku kesal
“Iya bawel” balas Mas Dian
Sebenarnya aku memang ada rasa sam Mas Dian. Tapi aku sadar kalau itu adalah cowok temenku sendiri masa aku embat. Tapi aku juga senang kok asal Cindy dan Mas Dian seneng.
11 Maret 2011 aku dan Mas Dian sangat sedih sekali. Bagaimana tidak, sudah lebih dari 2 tahun kita bersahabat. Aku , Cindy dan Mas Dian. Kini harus kehilangan Cindy.
Cindy harus kembali ke Amerika. Dimana dia dilahirkan. Memang Cindy berdarah Amerika dan Indonesia. Ibunya dari Amerika dan Ayahnya dari Indonesia. Cindy harus meneruskan sekolah disana.
Karena Ibunya Cindy ingin anaknya berada di Amerika jika sudah umur 15 tahun. Cindy juga sudah dijodohkan dengan orang Amerika.
Sebelum Cindy pergi, dia berpamitan pada kami. Aku kaget sekali dan sangat sedih mendengar itu. Cindy memegang tanganku dan tangan Mas Dian. Cindy ingin kalau aku mau jadi pengganti nya di hati Mas Dian.
Aku seneng sih karena itulah yang dari dulu aku inginkan. Jadian sama Mas Dian. Tapi aku juga sangat sedih karena harus kehilangan sahabatku Cindy. Mas Dian sangat sedih sekali. Aku bisa merasakannya.
Tepat tanggal 05 November Mas Dian menyatakan cintanya padaku. Sebenarnya Mas Dian sudah dari dulu suka dengan aku. Waktu pertama kali bertemu. Tapi Mas Dian lebih kenal dulu dengan Cindy.
Awalnya belum ada perasaaan sama sekali dengan Cindy. Tapi lama kelamaan mulai ada rasa yang tumbuh. Kini Cindy sudah pergi dan dia tidak akan kembali. Lagipula juga sudah dijodoin disana. `Mas Dian mulai melupakannya.
Aku kaget mendengar hal itu. Aku pun juga bilang kalau aku juga ada rasa ketika pertama kali bertemu. Tapi aku tidak mau menyakiti hati Cindy. Aku dan Mas Dian berdoa agar Cindy bahagia di Amerika sana.
Kami menjalani kehidupan baru tanpa Cindy dengan kesedihan. Namun lama-lama kami mulai merasa bahagia. Aku seperti merasa bersalah karena merebut cowok orang. Tapi dia sendiri yang memberikannya padaku. Kami berjanji tidak akan melupakan Cindy sampai kapanpun.
Hari demi hari kita lewati bersama, bercandaria, suka maupun duka. Sampai suatu hari. Aku mendengar Mas Dian telepon dengan seseorang. Aku berusaha untuk tidak mendekat agar dia tidak tau kalau aku memperhatikannya. baca selanjutnya...
Jumat, 14 Desember 2012
Satu Jam Lagi (Shania)
Hari ini adalah hari yang aku nanti-nantikan selama sekitar satu bulan. Dimana aku dan dia akan bertemu. Shania Juanita, itulah namanya. Selama sebulan kita berpisah. Karena Shania ada survey di luar kota. Sedangkan aku masih harus tetap bekerja di tempat bekerjaku sekarang.
Memang aku masih berhubungan lewat telepon maupun sms. Tapi itu masih kurang sukup. Mungkin ini cobaan untuk hubungan kami. Yang baru seminggu jadian dan harus berpisah selama sebulan. Walau sebentar tapi perasaan ini sudah sangat dalam.
Aku masih setia menunggu Shania kembali. Tidak tahu bagaimana keadaannya disana. Dia memberi kabar sehat-sehat saja, namun aku tak tahu itu benar atau tidak. Karena saat aku telepon sku sempat mendengar suara batuk. Walau terdengar lirih. Tapi aku percaya kepada kekasihku, Shania.
Jika tiba waktun istirahat, aku sempatkan untuk menelponnya. Kadang bercanda dan tertawa. Tapi tak jarang juga berbicara serius. Walaupun akhirnya juga ketawa. Pernah sampai lupa waktu. Saking asyiknya bertelepon, gak taunya waktu istirahat sudah selesai. Jadi kena marah dan bonus hukuman deh.
Rencananya malam ini Shania akan pulang. Aku berniat untuk menjemputnya nanti malam di Stasiun. Namun niatku batal terlaksana. Karena aku dapat giliran lembur sampai maksimal jam 21.00. Tapi aku pikir-pikir Shania sampi di Stasiun sekitar jam 20.00an. Apa dia mau menungguku selama itu?
Tapi kasihan juga harus menunggunya selam itu. Jadi kuputuskan untuk dia balik duluan dan minta jemput keluarganya saja. Aku juga menjelaskan alasanku. Kan sayang kalau harus ninggalin lembur.
Tapi tampaknya dia sangat menyayangiku. Terbukti dia mau menungguku selama satu jam di stasiun. Karena dia ingin bertemu denganku dulu ketika berada di kota kelahirannya. Dia rela menungguku daripada dijemput keluarganya. Padahal keluarganya juga sangat rindu padanya.
Sungguh beruntungnya diriku memilikinya. Kami memang sudah lama kenal. Aku juga sangat akrab dengan orang tua Shania. Kalau tidak salah pas aku pindah ke kota ini kelas 3 sd. Dan aku sudah menyimpan rasa padanya saat pertama kali bertemu. Namun baru berani mengutarakannya sebulan yang lalu. Seminngu sebelum Shania berangkat keluar kota.
“Aku harus segera selesaikan tugas ini, kalau bisa sebelum jam 21.00. Agar segera menjemput Shania di Stasiun.” Kataku dalam hati
Pukul 17.15 WIB, aku dapat sebuah pesan masuk. Aku buka dan mebacanya. Ini sms dari Shania.
“ Sayang, aku nanti berangkat sekitar jam 18.00an. Nanti jangan lupa jemputa aku ya? ”
“Iya sayang, kamu gapapa nunggu sejam-an di Stasiun? Soalnya aku ada lembur, mungkin jam 21.00an kelar.”
“Gapapa sayang, kan udah dibilangin aku akan nunggu kamu. Aku pengen kamu jadi orang yang pertama aku temui pas sampai di Stasiun.”
“Oh sayang. Makasih ya? Sampai bertemu nanti ya? Aku mau cepet-cepet beresin tugas, biar cepet selesai. Kalau bisa sebelum jam 21.00”
“Iya sayang, See you... and I love you”
“See you to... and I love you to... mmmmuaaaachhh” Sms terakhir dari Shania sebelum aku meletakkan hpku.
Aku berusaha agar cepat menyelesaikan tugas lemburku mulai dari sekarang. Mumpung tugasku udah selesai. Mrmang cukup banyak sih. Namun upahnya sebanding dengan tugas tersebut. Sayang kan kalau gak lembur.
Rasa lelah pun tiba. Tangan terasa sudah agak kaku, mata pun sudah mulai ngantuk. Padahal kurang dikit lagi kelar. Tanpa sadar ternyata aku tertidur. Aku terbangun ketika sudah jam 19.45. Ada 3 pesan masuk dan 2 panggilan tak terjawab.
“Sayang, bentar lagi aku nyampai.”
“Kok nggak di bales sayang ???
“Apa lagi sibuk banget ya?? ”
“Waduh, gawat !!! Ketiduran lagi.” Gerutuku dalam hati
Langsung saja aku bales sms dari Shania tadi.
“Maaf sayang, tadi aku ketiduran. Udah sampai belum? ”
Sekitar 15 menit aku masih menunggu sms masuk dari Shania. Tapi masih belum ada juga sms.
“Apa dia marah ya? Apa aku sms lagi aja ya?” pikirku
“Sayang marah ya? Kok gak di bales sih? “
Karena terlalu kepikiran Shania, aku lupa harus menyelesaikan tugas lemburku. Ditengah kesunyian saat ngerjain tugas. Tiba-tiba ada suara ringtone tanda sms masuk. baca selanjutnya...
Mungkin Bukan Jodohku (Ve)
Jessica Veranda. Dari namanya saja sudah bisa membayangkan.
Dengan rambut lurus nan panjang. Senyumnya mempesona yang bisa membuat
kaum adam terpikat. Memang memilki sifat pendiam dan pemalu, namun
dibalik semua itu dia fashionable. Bagaikan seorang bidadari yang turun
dari surga. Kebanyakan orang memanggilnya dengan nama Jessica. Namun
berbeda denganku, aku lebih suka manggil dia dengan nama Ve. Singkat,
padat dan mudah diingat.
Aku kenal Ve waktu kelas 1 SMA. Baru masuk sekolah sekitar semingguanlah. Eh, tau-taunya liat ada cewek cantik. Sepertinya sih dari kelas A. Soalnya kelihatan dari anaknya yang suka baca buku dan emang wajah-wajah anak pintar. Hehehe, padahal asal nebak aja. Aku sendiri di kelas C. Berjarak 2 kelas lah dari Ve.
Aku ingat waktu itu pelajaran Matematika. Tiba-tiba ada sesuatu yang enak untuk dibicarakan. Aku pun ijin guru untuk ke belakang. Karena saking kebeletnya, aku lari ke kamar mandi.
"Kamar mandinya agak jauh lagi." gunamku sambil berlari
Sampai-sampai gak sengaja nabrak anak. "Bruaaak"
Eits, tunggu dulu. Jangan asal nebak. Yang aku tabark cowok bukan cewek.
"Eh, maaf Sob. Buru-buru" kataku singkat sembari meninggalkan anak itu
Ditengah pelarianku tadi. "Aszeeek" kayak apa aja pelarian segala. Aku melihat sepintas ada cewek cantik berambut panjang duduk di kelas A. Kebetulan jaln menuju kamar mandi melewati kelas tersebut. Tapi aku gak sempat berhenti karena sudah sangat darurat.
Sesampainya di kamar kecil, aku langsung keluarkan semua yang menjadi beban tadi. Hahaha "the piss of the cure". Eh, pas mau nyiram ada something.
"Sial, airnya gak keluar-keluar" kataku kesal
Aku coba pencet tombol Ctrl+Alt+Delete tapi gak mempan. Hahaha maksudnya gak keluar-keluar. Aku pindah ke tempat yang lain juga gak bisa. Pas pasrah dan iseng pencet yang tadi, eh keluar banyak. Untung gak sampai membasahi seragamku. Airnya gak mau berhenti ngalir. Padahal udah dipencet berulang kali. Karena gak mau ambil pusing, kabur aja dah.
Tiba-tiba keinget ama cewek tadi. Padahal baru keluar kamar kecil.
"Saatnya Istirahat...." suara sari speaker bel tanda istirahat sangat keras sekali
"Waduh, pasti rame nih. Zombie-zombie kelaparan pada cari makan, Hhahaha" batinku
"Dimana ya cewek tadi ??? " gunamku sambl mencari ke kanan kiri, depan belakang, atas bawah dekat kelas A tadi
Padahal aku cuma mau liat aja. Tapi udah ilang duluan. Yaudah, aku kembali ke kelas aja. Pas aku mau masu, semua pada keluar.
"Eh, ayo ke kantin " kata Mahendra, temen sebangku ku di kelas.
"Nggak ah, masih kenyang. Ajak Japar aja noh" kataku sambil nunjuk Japar
"Yaudah, kita duluan sob " kata Mahendra
Yo'i brow." jawabku singkat
DI dalam kelas masih ada Ivan lagi mainan laptop.
"Gak ke kantin Van ?" tanyaku
"Gak Sob, nih mau download." balasnya
"Download apaan? " tanyaku lagi
"Nggak, cuma video referensi aja" jawabnya
"Eh, tadi aku liat cewek gini sob." kataku sambil megangkat jempol
"Hahhaha, anak kelas apa?" tanyanya
"Gak tau juga sih, tapi kayaknya dari kelas A. Soalnya tadi aku sempet liat dia di depan kelas A." jawabku
"Wah, kebetulan aku ada temen anak kelas A. Katanya dia punya foto anak kelas A lengkap waktu acara apa gitu, dulu aku pernah liat " kata Ivan
"Yang bener Sob? " tanayku meyakinkan
"Kayaknya iya, ntar tak tanyain dah" katanya
"Hhahahahay, thankz Sob" kataku senang
***
Dirumah aku masih kebanyang wajah cewek tadi. Walau sebentar tapi sudah susah dilupain. Hahahhaha gombal. Tapi emang begitu sih. Oh ya, aku keinget Ivan juga. Eitz, tapi keinget kalau dia mau minjem foto temennya.
"Van, gimana? Udah dapet" aku coba sms
"Udah Sob, besok aku bawa" balasnya
Aku segera tidur. Ingin lebih cepat dari waktu di jam (segera besok).
***
Keesokan harinya aku langsung temui Ivan yang datang udah dari tadi pagi. Biasa anak rajin.
"Van, mana fotonya?" tanyaku
"Nih, yang mana Sob anaknya?" tanyanya balik
Aku tunjuk dari kiri ke kanan sampai bawah. Tapi sepertinya ga ada. Aku coba ulangi berkali-kali. Tapi tetap aja gak ada.
"Yang mana Sob?" tanyanya penasaran
"Waduh, gak ada kayaknya. Apa mungkin bukan kelas A ya???" balasku dengan agak heran
"Waduh " kata Ivan singkat
"Ah, mungki kalau jodoh pasti bertemu lagi" kataku pasarah
"Aszeeeek" balas Ivan.
Pelajaran dimulai seperti biasanya. Saat itu aku ingat pelajaran Matematika. Padahal kemarin udah Matematika tapi hari ini juga ada. Pelajaran yang paling tidak aku sukai karena membingungkan. Pandanganku memang ke arah papan tulis. Seolah-olah aku memperhatikan. Padahal pikiranku udah kemana-mana tapi tak dimana-mana.
Lamunanku terhenti saat guruku berbicara agak keras. "Perhatian anak-anak". Wah ada dua cewek dari kelas lain masuk ke kelasku. Sepertinya gak asing sengan salah satu dari mereka.
"Eh, itu kan cewek yang kemarin. Oh, ternyata dia anggota osis?" gunamku
"Pantesan di foto tadi gak ada, orang anak kelas dua A." kataku dalam hati
Dua cewek tersebut meminta sumbangan untuk korban bencana alam.
"Semoga dia nariknya di deretan bangku ku" aku berdoa dalam hati
Aku berada di bangku nomor tiga sari depan, belakang, samping kiri dan kanan. Memang cukup unik tempat yang aku duduki. Harapanku terkabul, dia berjalan menuju deretanku. Aku harus berani bertanya, minimal nama lah. Ketika dia menuju bangku ku. Aku mengambil uang dan menaruhnya di kotak amal yang dibawa cewek tadi.
"Siapa mbak namanya??" tanyaku agak ragu
"Jessica.." jawabnya singkat dengan senyumnya yang mempesona. baca selanjutnya...
Aku kenal Ve waktu kelas 1 SMA. Baru masuk sekolah sekitar semingguanlah. Eh, tau-taunya liat ada cewek cantik. Sepertinya sih dari kelas A. Soalnya kelihatan dari anaknya yang suka baca buku dan emang wajah-wajah anak pintar. Hehehe, padahal asal nebak aja. Aku sendiri di kelas C. Berjarak 2 kelas lah dari Ve.
Aku ingat waktu itu pelajaran Matematika. Tiba-tiba ada sesuatu yang enak untuk dibicarakan. Aku pun ijin guru untuk ke belakang. Karena saking kebeletnya, aku lari ke kamar mandi.
"Kamar mandinya agak jauh lagi." gunamku sambil berlari
Sampai-sampai gak sengaja nabrak anak. "Bruaaak"
Eits, tunggu dulu. Jangan asal nebak. Yang aku tabark cowok bukan cewek.
"Eh, maaf Sob. Buru-buru" kataku singkat sembari meninggalkan anak itu
Ditengah pelarianku tadi. "Aszeeek" kayak apa aja pelarian segala. Aku melihat sepintas ada cewek cantik berambut panjang duduk di kelas A. Kebetulan jaln menuju kamar mandi melewati kelas tersebut. Tapi aku gak sempat berhenti karena sudah sangat darurat.
Sesampainya di kamar kecil, aku langsung keluarkan semua yang menjadi beban tadi. Hahaha "the piss of the cure". Eh, pas mau nyiram ada something.
"Sial, airnya gak keluar-keluar" kataku kesal
Aku coba pencet tombol Ctrl+Alt+Delete tapi gak mempan. Hahaha maksudnya gak keluar-keluar. Aku pindah ke tempat yang lain juga gak bisa. Pas pasrah dan iseng pencet yang tadi, eh keluar banyak. Untung gak sampai membasahi seragamku. Airnya gak mau berhenti ngalir. Padahal udah dipencet berulang kali. Karena gak mau ambil pusing, kabur aja dah.
Tiba-tiba keinget ama cewek tadi. Padahal baru keluar kamar kecil.
"Saatnya Istirahat...." suara sari speaker bel tanda istirahat sangat keras sekali
"Waduh, pasti rame nih. Zombie-zombie kelaparan pada cari makan, Hhahaha" batinku
"Dimana ya cewek tadi ??? " gunamku sambl mencari ke kanan kiri, depan belakang, atas bawah dekat kelas A tadi
Padahal aku cuma mau liat aja. Tapi udah ilang duluan. Yaudah, aku kembali ke kelas aja. Pas aku mau masu, semua pada keluar.
"Eh, ayo ke kantin " kata Mahendra, temen sebangku ku di kelas.
"Nggak ah, masih kenyang. Ajak Japar aja noh" kataku sambil nunjuk Japar
"Yaudah, kita duluan sob " kata Mahendra
Yo'i brow." jawabku singkat
DI dalam kelas masih ada Ivan lagi mainan laptop.
"Gak ke kantin Van ?" tanyaku
"Gak Sob, nih mau download." balasnya
"Download apaan? " tanyaku lagi
"Nggak, cuma video referensi aja" jawabnya
"Eh, tadi aku liat cewek gini sob." kataku sambil megangkat jempol
"Hahhaha, anak kelas apa?" tanyanya
"Gak tau juga sih, tapi kayaknya dari kelas A. Soalnya tadi aku sempet liat dia di depan kelas A." jawabku
"Wah, kebetulan aku ada temen anak kelas A. Katanya dia punya foto anak kelas A lengkap waktu acara apa gitu, dulu aku pernah liat " kata Ivan
"Yang bener Sob? " tanayku meyakinkan
"Kayaknya iya, ntar tak tanyain dah" katanya
"Hhahahahay, thankz Sob" kataku senang
***
Dirumah aku masih kebanyang wajah cewek tadi. Walau sebentar tapi sudah susah dilupain. Hahahhaha gombal. Tapi emang begitu sih. Oh ya, aku keinget Ivan juga. Eitz, tapi keinget kalau dia mau minjem foto temennya.
"Van, gimana? Udah dapet" aku coba sms
"Udah Sob, besok aku bawa" balasnya
Aku segera tidur. Ingin lebih cepat dari waktu di jam (segera besok).
***
Keesokan harinya aku langsung temui Ivan yang datang udah dari tadi pagi. Biasa anak rajin.
"Van, mana fotonya?" tanyaku
"Nih, yang mana Sob anaknya?" tanyanya balik
Aku tunjuk dari kiri ke kanan sampai bawah. Tapi sepertinya ga ada. Aku coba ulangi berkali-kali. Tapi tetap aja gak ada.
"Yang mana Sob?" tanyanya penasaran
"Waduh, gak ada kayaknya. Apa mungkin bukan kelas A ya???" balasku dengan agak heran
"Waduh " kata Ivan singkat
"Ah, mungki kalau jodoh pasti bertemu lagi" kataku pasarah
"Aszeeeek" balas Ivan.
Pelajaran dimulai seperti biasanya. Saat itu aku ingat pelajaran Matematika. Padahal kemarin udah Matematika tapi hari ini juga ada. Pelajaran yang paling tidak aku sukai karena membingungkan. Pandanganku memang ke arah papan tulis. Seolah-olah aku memperhatikan. Padahal pikiranku udah kemana-mana tapi tak dimana-mana.
Lamunanku terhenti saat guruku berbicara agak keras. "Perhatian anak-anak". Wah ada dua cewek dari kelas lain masuk ke kelasku. Sepertinya gak asing sengan salah satu dari mereka.
"Eh, itu kan cewek yang kemarin. Oh, ternyata dia anggota osis?" gunamku
"Pantesan di foto tadi gak ada, orang anak kelas dua A." kataku dalam hati
Dua cewek tersebut meminta sumbangan untuk korban bencana alam.
"Semoga dia nariknya di deretan bangku ku" aku berdoa dalam hati
Aku berada di bangku nomor tiga sari depan, belakang, samping kiri dan kanan. Memang cukup unik tempat yang aku duduki. Harapanku terkabul, dia berjalan menuju deretanku. Aku harus berani bertanya, minimal nama lah. Ketika dia menuju bangku ku. Aku mengambil uang dan menaruhnya di kotak amal yang dibawa cewek tadi.
"Siapa mbak namanya??" tanyaku agak ragu
"Jessica.." jawabnya singkat dengan senyumnya yang mempesona. baca selanjutnya...
Kamis, 13 Desember 2012
Panda Yang Special (Sonya)
Kegiatan belajar mengajar di sekolah berjalan sseperti biasanya. Namun hari ini ada yang berbeda.Kebetulan waktu itu pelajaran B. Indonesia favoritku. Sepertinya ada anak baru.
"Anak-anak kita kedatangan murid baru, pindahan dari Jakarta." kata Bu Guru menuntun seorang siswa
"Wah, anak baru nih. Lumayan cantik juga." pikirku dalm hati
Setelah Bu Guru mengenalkan murid baru itu, giliran dia yang memperkenalkan diri. Dia berbicara seperlunya saja. Aku tahu namanya Sonya Pandharmawan.
Kemudian dia duduk dibangku kosong no 1 dari depan pojok kiri dekat dengan meja guru. Sedangkan aku berada 3 bangku dibelakang tempat duduk Sonya.
Pelajaran pun dilanjutkan. Karena tadi sempat terhambat kedatangan murid baru. Bu Guru memberi pertanyaan. Ternyata ank baru itu langsung mengangkat tangannya. Dan menjawab pertanyaan dengan benar.
"Wah, hebat juga anak ini. Baru pertama masuk sekolah baru udah berani ngejawab."batinku
Karena biasanya teman-teman pada kaga mau kalu ngejawab lisan gini. Biasanya sih aku yang menjawab. Bukannya sombong, temanku juga bilang kalu aku jago B. Indonesia. Padahal gak juga, malah ada yang lebih jago.
Aku merasa tersaingi dengan adanya Sonya. Aku dan Sonya bergantian menjawab. Berebut menjawab juga dengan anak lain. Walu lebih sering Aku dengan Sonya.
"Kriiiiing" bel istirahat berbunyi. Semua anak pada keluar untuk istirahat. Begitu pula dengan Gurunya. Tapi aku hari ini lagi males ke kantin. Jadi aku putuskan untuk tetap di kelas aja.
Eh, ternyata ada juga yang masih di kelas.
"Eh, lu nggak ke kantin??? " tanyaku pada Sonya
"Nggak ah." jawabnya singkat
"Iksan..." kataku sambil mengulurkan tangan.
"Sonya." balasnya singkat.
Dia langsung kembali keposisi semula. Membaca buku lagi.
"Wah, resek juga anak ini." batinku
Sombong sekali, nyuekin aku. Tapi tak apalah, namanya juga anak baru. Aku melihat keluar sebentar. Ngambil udara segar sambil liat susana. Kemudain Aku balik ke kelas. Aku liat dia lagi makan snack.
“Wah, enaaak tuh.” Godaku
“Emang.” Jawabnya singkat
“Bagi donk !!” pintaku
“Beli aja ndiri !!!” jawabnya
“Dasar pelit.” Balasku
“Biarin...” katanya
“Kalau bukan cewek udah.....” kataku kesal
“Udah apa ?? “ katanya agak melotot
“Ih, menakutkan.” Godaku
“Biarin...” lagi-lagi kata itu
Bel masuk berbunyi. Semua pada masuk kelas masing-masing. Begitu pual teman-temanku yang dibelakangnya udah ada guru yang sangat disiplin. Pelajaran pun dilanjutkan seperti biasanya. Hanyaa saja ditambah murid baru.
Aku masih mikirin cewek resek itu. Tapi seru juga kalau ada cewek yang berbeda dari yang lainnya. Biasanya pada malu-malu dan penakut. Ini malah kebalikannya. Yang paling unik darinya adalah cewek yang jarang makan di kantin tapi ngemil snack aja dikelas. Ku ketahui itu karena tiap hari aku liat dia pas makan snack.
Oh ya, aku sering sekali berantem sama si Sonya. Tapi berantem yang wajar-wajar aja. Aku sering sekali panggil dia dengan nama “Panda”. Karena badannya udah kaya panda. Mukanya juga mirip panda. Hahahahaha. Yang paling unik, dalam namanya juga ada nama pandanya. Sonya “Panda”rmawan.
Semakin hari aku semakin akrab aja dengan Sonya. Sonya sendiri juga punya temen dekat namanya Jeje teman sebangkunya. Walau masih sering berantem tapi lama kelamaan malah ada rasa gimana gitu. Aku mulai merasa nyaman berada di dekatnya.
Hari demi hari kita lewati. Sampai suatu hari kami jalan berdua saja ke Kebun Binatang liat buah-buahan yang segar. Hahahah just kidd liat bianatang lah. Aku ingat waktu itu tanggal 5 November 2010. Kami melihat hewan dari yang buas sampai inak dari yang paling besar sampai yang paling kecil seperti semut. Itu mah, hampir di semua tempat ada.
Aku sudah lama mempunyai rasa ke Sonya. Hari itu sebenarnya ingin mengungkapkan persaaanku. Namun kurasa masih kurang tepat. Masih bisa esok hari aja. Lagian baru pertama kali jalan ama cewek cui...
Tapi ternyata aku salah besar. Sehari setelah aku jalan ama Sonya, ada kabar tidak mengenakkan. Orang tuaku ngasih tahu kalau lusa kita harus segera pindah ke Malang. Karena harus pindah kerja beserta rumah. Otomatis akan pindah selama orang tua masih kerja disana. Aku kaget sekali mendengar hal itu.
Padahal baru kemarin bisa jalan dengan cewek. Malah mau ngutarakan cinta padanya. Aku benci sekali perpisahan. Disaat ada yang mengisi ruang dihatiku. Malah ada cobaan yang datang. Aku takut Sonya sedih mendengar kabar ini. Jadi aku merahasiakan hal ini.
Dua hari terakhir aku dengan Sonya sangatlah membahagiakan. Kami isi dengan jalan bareng, makan bareng, nonton bareng, sampai mandi bareng. Eh maaf sob, yang terakhir hanya bercanda. baca selanjutnya...
Demi Sahabat (Melody)
baca sebelumnya...
Aitakatta... Aitakatta... Yes !!! Denganmu...... terdengar ringtone suara telepon gemgam yang ada disakuku. Aku tadi lupa menggetarkan handphoneku. Untung saja tadi aku keluar kelas tadi. Ada nama Nabilah yang telfon dan langsung aku pencet tombol hijau.
“Halo Mas Iwan.” suara Nabilah terdengar bergetar seperti menangis
“Iya Nabilah. Kenapa menangis? Ada apa ?” jawabku penasaran.
“Mbak Melody Mas..” lanjutnya
“Kenapa Melody Nab?” tanyaku khawatir
“Mbak Melody kecelakaaan Mas,. Sekarang ada di Rumah Sakit !! ” jawab Nabilah
Aku langsung shock mendengar kabar itu. Pantesan dari tadi ada sesuatu yang ngga enak. Beruntung aku tadi keluar ijin untuk ke belakang. Aku segera masuk kelas dan minta ijin untuk pulang karena ada urusan mendadak. Aku meminjam motor temanku dan langsung menuju rumah sakit.
Sekitar dua puluh lima menit aku baru sampai di tempat itu. Karena jarak Rumah Sakit dengan sekolahku lumayan jauh Melody masih diruang UGD. Keadaannya parah. Ternyata Melody kecelakaan bersama Rizal mantan pacarnya dulu. Tadi pagi dia dijemput untuk berangkat sekolah. Tapi nasib malang menimpa mereka.
Aku bertambah kesal mendengar itu. Tapi aku harus bersikap dewasa dan sabar. Lagi pula aku tidak mau terpancing emosi.
Nabilah masih menangis ketika menceritakan itu kepadaku. Aku memeluk Nabilah untuk menghiburnya. Tidak terasa air mataku juga menetes dengan sendirinya.
Kemudian dokter memberi kabar kalu Melody koma. Sementara Rizal mengalami patah tulang pada kaki kirinya. Aku bertambah sedih mendengar kabar itu. Air mataku tidak berhenti mengalir. Rasanya dada ini sesak dan sulit bernafas. Ingin sekali aku menggantikan posisi Melody detik itu juga.
Beberapa menit kemudain Hendra datang setelah dihubungi Nabilah. Dengan wajah sedih dan penasaran.
“Dimana Melody? Gimana keadaanya? Kenapa bisa terjadi? Bagaimana? beberapa pertanyaan yang diberikan Hendra.
Tadi pagi Melody dijemput Rizal untuk berangkat sekolah... belum selesai menjelaskan Hendra sudah paham. Dia sangat kesal sekali mendengar berita itu.
“Apa Melody benar-benar sudah meninggalkanku, seperti yang dikatakan kemarin?” pikir Hendra
Habis sudah seketika rasa simpatinya kepada Melody. Dia memutuskan untuk pulang. Dia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Melody dan serius dengan Stella.
Satu Minggu kemudian aku mendapatkan surat undangan pesta ulang tahun Hendra. Dalam pesta dia akan jadian dengan seseorang. Apa mungkin Melody?? Tapi dia kan kesal, bahkan tidak pernah kesini lagi. Atau jangan-jangan Stella? “pikirku dalam hati. Aku tidak bisa datang ke acara tersenut. Karena aku harus menjaga Melody.
Terkadang pulang sekolah Nabilah gantiin aku jaga Melody. Kebetulan aku masuk siang. Orang tua mereka berada di luar Negri sebelum Melody kecelakaan. Dan merka mempercayaiku untuk menjaga Melody dan Nabilah. Karena memang sudah dulu kami seperti keluarga. Aku akrab dengan mereka waktu kelas dua SMP.
Aku heran, kenapa orang yang dicintai Melody tidak terlihat sekalipun setelah kejadian lalu. Dihubungi tidak bisa. Terkadang di reject.
“Gila nih Hendra, gak punya hati apa??” emosiku naik.
Aku bergegas kerumah Hendra dan menitipkan Melody ke Nabilah. Aku sudah tidak peduli lagi dengan Sahabatku sejak SD. Dia telah mengecewakan kami.
Sesampainya dirumahnya, aku cari dia. Setelah ketemu tanpa sepatah kata, langsung aku hajar dia tanpa iba sedikit pun.
“Maaf Wan. Dia lebih memilh Rizal dibanding aku.” Kata Hendra.
Aku sudah tidak peduli lagi kata-kata Hendra. Hendra tidak membalas pukulanku sama sekali. Setelah Aku sudah agak puas.
Aku kembali ke Rumah Sakit. Langsung aku ke kamar Melody. Aku memandangi wajah Melody. Air mataku menetes dipipi Melody.
“Kenapa nagis mas?” tanya Nabilah
“Gapapa Nab.” Jawabku singkat sambil mengusap air mataku.
Aku melihat Melody kembali. Air mata Melody keluar. Luar biasa dalam ketidak sadarannya dia masih bisa menangis. Mungkin saking cintanya pada Hendra.
“Ayo Mel bangun? Bilang padaku? Apa yang kamu rasain sekarang? Kenapa kamu menangis?” aku berbicara pada Melody yang tak sadarkan diri.
Ada apa Mas?” tanya Nabilah.
“Lihat kakakmu Nab..” perintahku.
Nabilah melihat wajah kakaknya dan langsumg menangis. Ini jam delapan malam mas. Tepat pesta Ulang Tahun Mas Hendra. Apa ada hubungannya??” kata Nabilah.
“Mungkin saja Nab ...” jawabku.
Aku mengusap air mata Melody. Kemudian kukecup keningnya. Aku tidak peduli ada Nabilah yang melihatnya.
“Mas Iwan sayang sama Mbak Melody ya?? ” tanya Nabilah
“Iya, Nab ... ” balasku singkat
Sementara diacara ulang tahun Hendra, dia sudah jadian dengan seseorang. Ternyata benar dia adalah Stella mantannya dulu. Beberapa menit kemudian Rizal datang dengan kaki diperban dan berjalan pincang. Rizal meminta ijin Stella untuk mengajak ngobrol Hendra sebentar. Rizal menceritakan semua yang terjadi pada hari yang nas itu. Sebenarnya tidak ada apapun antara Rizal dengan Melody.
“Melody malah ingin bolos sekolah dan meminta antar aku untuk menemuimu. Dia lebih memilih kamu daipada aku. Jangan sia-saikan cinta Melody Ndra.” Kata Rizal dengan nada agak menasehati. Walau sudah terlambat.
Tiga bulan kemudian Melody sadar dari komanya. Dia memelukku, kemudian memeluk adiknya Nabilah. Kemudian melihat sebuah boneka.
“Lihat Wan, lucunya boneka ini. Pasti dari Hendra kan??” kata Melody.
“Iya Mel, lucu banget kaya kamu.” Balasku sambil mencubit pipinya dengan halus.
“Dimana sekarang Hendra Wan???” tanya Melody dengan heran karena memang tidak ada Hendra di ruangan itu.
Melody sejak sadar memang belum tau apapun tentang Hendra. Aku bilang pada Nabilah dan teman-temanya agar tidak memberitahu dulu tentang Hendra.
Aku bilang kalau dia masih dirumah saudaranya cukup lama, karena ada keperluan mendadak dan penting. Mungkin seminggu lagi baru pulang.
Setiap hari aku mengirim hadiah dengan uang tabunganku untuk Melody dengan nama Hendra agar dia tidak merasa sedih. Dan selalu aku selipkan sepucuk surat dengan tulisan kata-kata romantis.
“Kapan ya Hendra pulang, udah kangen banget nih???” tanya Melody.
“Pasti dia pulang secepatnya kok Mel, kalu sudah selesai dengan urusannya.” Balasku menghibur
“Kalau Hendra pulang, aku harap dia segera menyatakan cinta padaku.” Kata Melody dengan senyuman manisnya.
Nabilah tidak tega melihat kakanya terjebak dalam harapan kosong.
“Mbak, kalau Mas Hendra bukan jodoh Mbak gimana? tanya Nabilah
“Aku yakin dia jodohku dek... Dan dia akan segera menyatakan cintanya padamu Mel,,” balasku dengan memotong perkataan Melody
“Cukup Mas, jangan biarkan Mbak Melody terjebak dalam harapan kosong !!! Dia harus tau yang sebenarnya...” Nabilah terpancing emosi
“Nabilah..!!!” bentakku pada Nabilah. baca selanjutnya...
Rasa Yang Terpendam (Melody)
Aku memiliki sahabat yang kukenal sejak aku pindah ke kota ini. Tepatnya ketika aku masih SD kelas satu di Kota Malang ini. Hendra namanya. Mulai dari SD sampai sekarng (SMA), aku satu sekolah dengan Hendra. Tapi ketika SMP kita tidak pernah satu kelas.Sekarang (kelas dua SMA) kami satu kelas lagi. Dia orangnya baik banget. Suka nraktirin aku jajan. Maklum anak orang kaya. Kadang dia juga curhat masalah pribadi.
Pernah dia cerita. Waktu dia kelas tiga SMP dekat dengan seorang cewek yang boleh aku bilang emang cantik dan manis, Tapi kelihatannya sih dia pemarah. Sebut saja namanya Stella. Aku sering sekali membantu Hendra untuk dekat dengan Stella. Sampai mereka sering jalan bareng, makan bareng, terkadang nonton bioskop. Karena saking senangnya dengan Stella, Hendra jarang sekali ketemu aku. Karena emang Hendra sangat cinta dengan Stella.
Sudah lebih dari enam bulan, namun Stella dan Hendra masih belum jadian. Sampai akupun memberi saran dan cara agar mereka segera jadian. Aku sih carinya di Google. Alhasil tiga hari kemudian mereka berpacaran. Namun masa bahagia itu hanya seaat. Mungkin karena Hendra dan Stella beda sekolah (ketika SMA), atau Stella sudah bosan dengan Hendra, bisa jadi lebih memilih Andre. Bintang di sekolahnya sekarang. Memang dia lebih kaya dibanding Hendra.
Sebenarnya Hendra termasuk kaya. Aku saja hampir tiap hari di traktir makan olehnya. Dan makanan yang paling kami suka adalah "Oskab asli Ngalam" Bakso asli Malang. Kami bagai kakak beradik.Tapi itu dulu, sebelum Hendra kenal dengan Stella. Tapi itu tidak menjadi masalah buatku. Walau jarang sekali aku bertemu dengannya, mungkin karena dilarang. Karena aku orang sederhana. Tapi aku dapat memakluminya.
Hendra sangat sedih ketika dia putus dengan Stella. Dia datang kerumahku yang sederhana. Aku senang sekali bisa bertemu lagi dengannya. Dia curhat segala macam tentang Stella dan pacarny sekarang. Sebut saja namanya Andre. Dia sudah dikenal banyak anak karena dia adalah anak pemilik sekolah. Aku mengajak Hendra keluar rumah ke tempat yang bisa membuatnya lebih santai. Aku kasihan sekali dengan Hendra. Dia menjadi pemurung.
Akupun mengenalkan Hendra dengan teman SMP ku dulu, dia juga sahabatku. Namanya Melody, orangnya cantik sekali, rambutnya panjang, suaranya lembut, dan yang paling kusuka darinya adlah senyumnya. Laki-laki mana sih yang tidak suka melihat senyum Melody. Senyumannya mebuat jantung ini tidak bisa berdetak dengan normal. Memang aku akui, sebenarnya aku juga suka dengan Melody sejak aku SMP. Namun itu tak dapat kuucapkan. hanya pada sosoknya kuimpikan perasaanku. Walau aku sering memberi saran kepada Hendra, sebenarnya aku lebih pengecut darinya karena tidak berani mengungkapkannya.
Melody ini adalah teman dekatku waktu SMP. aku satu kelas dengannya pada saat kelas satu dan dua. Dia mempunyai daik yang tidak kalah cantiknya dengan kakaknya. Wajahnya manis sekali,Cindy Gula JKT48 kalah manis dengannya. Tapi itu menurutku hehehehe. Senyumnya pun sungguh mempesona ditambah gigi gingsulnya walauia sedikit cerewet. Eitz, tapi jangan salah paham dulu, aku hanya mengaguminya. Hatiku tetap untuk Melody.
Tiga bulan telah mereka jalani, tapi belu ada kata pacaran. Sore itu di Alun - Alun Kota Malang, sepertinya Melody dan Hendra sedang ada perbincangan. Melody bingung sekali dengan sikap Hendra. Memang sudah tiga bulan mereka lalui hubungan tanpa status. Hendra masih trauma dengan pacaran. Takut kalau Melody balkalan nyakitin hatinya seperti mantannya dulu.
"Slalu saja nyangkut-nyangkutin dengan Stella. Kalau kamu masih suka sam Stella, lebih baik kamu kembali saja sama dia. Lagian dia juga baru putus sama Andre." ungkap Melody dengan agak kesal.
"Tapi Mel, aku hanya butuh waktu." jawab Hendra.
Melody mengerti perasaan Hendra. Tapi dia butuh kejelasan darinya. Melody dengan agak kesal meninggalkan Hendra. Namun Hendra berhasil menahan tangan Melody.
Dengan sigap namun lembut. Melody pun menoleh kebelakang.
"Tunggu Mel ! " seru Hendra.
"Jika kenangan dapat melupakan cinta sejatimu, kembalilah pada masa lalumu." kata Melody.
Melody meninggalkan Hendra sendiri di Alun - Alun. Hendra sudah tidak mencegahnya lagi. Hendra berpikir, apa mungkin kembali dengan masa laluku ? Tapi disini ada cewek yang masih menunggu kepastianku. Dan setia padaku. Melody atau Stella???
Malam hari ada suara bel berbunyi dirumah Hendra. Hendra beranjak keluar dar kiamarnya dan meuju pintu depan.
"Stella." Hendra terkejut.
Stella memeluk Hendra dengan air mata yang menetes dipipinya. Dan menyesali perbuatannya yang lalu.
"Maafin aku Ndra, aku pernah membuatmu sakit hati. Aku nyesel udah ninggalin kamu. Sekarang aku sudah tidak ada apa-apa lagi sama Andre." ucap Stella.
"Kalau hanya sekedar kata maaf, sudah aku maafin kok." jawab Hendra iba.
"Makasih Ndra," balas Stella.
"Iya sayang." jawab Hendra dengan mengusap air mata diwajahnya.
Setelah sudah larut malam, Stella pun berpamitan untuk pulang. Stella meninggalkan rumah Hendra. Beberapa langkah kemudian dia menoleh kebelakang. Dan tersenyum. Membuat Hendra menjadi gimana gitu, tau ndri kan?
Hendra semakin bingung dengan semua ini. Melody sangat baik, lebih memilih menunggu kepastian Hendra dan tidak menanggapi lebih cowok-cowok lainnya. Tapi disisi lain Hendra memang masih ada perasaan dan iba terhadap Stella.
Melody pulang dengan meneteskan air mata. Dia butuh seseorang untuk dijadikan sandaran untuk curahan hatinya. baca selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)