Lagi asyik-asyiknya dengerinlagu lewat HP, tiba-tiba terdengar suara.
"San... Iksan..." sepertinya suara dari luar.
"Ya... bentar..." jawabku agak keras
Ku pause lagu yang aku dengarkan tadi. Aku berjalan keluar rumah smbil membawa HP
"Eh, elu Rul, tumben maen ke rumah ? " tanyaku
"Bisa tolongin nggak ? " malah balik tanya
"Emang nolongin ap? " tanyaku penasaran
"Installin game PES 2013 di laptopku." jawabnya
"Jiah, kirain apaan. Masa gak bisa? " tanyaku lagi
"Udah coba, tapi bingung sob" jawabnya
"Ya udah, ayo berangkat !!!" seruku
Sesampainya dirumah Arul kulihat laptopnya masih menyala di ruang
tamu. Terlihat tulisan error pada sebuah jendela. Aku kemudian
mengeceknya. Kayaknya sih ada yang belum ke install. Aku coba utak-utek
semua progam. Aku nginstall mulai awal biar gak bingung. Beberapa menit
aku mengklik-klik mouse dan mengarahkan cursor.
"Nah, beres Rul" kataku
"Wah, cepet juga ya? Aku tadi lama, gak bisa-bisa" jawabnya
"Ah, gak juga" balasku
"Bentar ya ??? " katanya
Arul datang membawa stick. sepertinya sih baru.
"Lumayan nih ada barang baru. Hahahaha " gunamku
Kami pun bermain game yang aku install tadi. Biasa anak muda, suka
sekali maen game boal. Game yang gak ngebosenin. Arul ngajak taruhan.
Tapi hanya untuk penyemangat aja.
"Ayo taruhan." kata Arul
"Gak ah." jawabku singkat
"Cuma buat penyemangat aja." katanya
Kami patungan beli permen satu bungkus. Bukan satu buah loh.
Taruhannya cukup unik. Satu gol boleh ambil dua permen dan langsung
dimakan. Yang kebobolan juga boleh ambil, tapi satu permen dan harus
dikunyah langsung habis. Lumayan adil kan ?
Permainan berjalan 15 menit. Tiba-tiba
"Goooool " teriak Arul
"Sial, kebobolan duluan" gerutuku
"Hahahaha, langsung habisin sob permennya" ejek Arul
"Oke... oke... " jawabku pasrah
Ditengah permainan aku melihat ada cewek lewat depan rumah Arul. kelihatan dari dalm rumah yang tertutup kacaa tranparan.
"Eh, siapa itu sob ? " tanyaku penasaran
"Oh, itu Cindy, tetangga baru." jawabnya santai tapi pandangan tetap ke permainan
"Manis ya anaknya?" kataku
"Bisa aja elu. Tapi juga sih" jawabnya
"Eh, gooooooollll" teriak Arul lagi
"Hiahahahahaha offside brow ..." ejekku dengan nada tertawa
"Sial nih wasitnya." ocehnya
"Rileks mas brow." kataku
"Yo'i sob.." balasnya
"Eh, cewek yang tadi lewat siapa namanya? " tanyaku
"Cindy maksudmu?" jawabnya
"Yapz, Kelas berapa dia?" tanyaku lagi
"Baru aja masuk SMA. Napa sob??? Naksir ya??? tanyanya balik
"Hahhahaha tau aja elu." balasku
Dalam permainan tadi tidak begitu bersemangat. Sampai-sampai aku
kalah. Kami maen tidak begitu serius karena dicampuri pembicaraan
tentang Cindy. Tapi setelah selesai bercerita aku semakin semangat
karena sudah mengetahui sedikit tentang Cindy.
Saking semangatnya sampai-sampai aku ngegolin. Eh gak kerasa satu,
dua, tiga.... empat dan lima gooolll aku masukkan ke gawang Arul.
Keadaan berbalik. Yang tadinya aku kalah 3-0 dibabak pertama. Di babak
kedua membalik keadaan dengan menang 3-5.
Hari sudah mulai sore menjelang malam, aku pun pamit pulang. Untung
tadi pas diajak maen udah mandi. Jadi gak usah mandi lagi dah. Biasanya
aku mandinya nunggu jam 5an .
Aku masih kepikiran sama Si Cindy. Tanpa disangka ternyata aku melewati rumahnya. baca selanjutnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar