Jessica Veranda. Dari namanya saja sudah bisa membayangkan.
Dengan rambut lurus nan panjang. Senyumnya mempesona yang bisa membuat
kaum adam terpikat. Memang memilki sifat pendiam dan pemalu, namun
dibalik semua itu dia fashionable. Bagaikan seorang bidadari yang turun
dari surga. Kebanyakan orang memanggilnya dengan nama Jessica. Namun
berbeda denganku, aku lebih suka manggil dia dengan nama Ve. Singkat,
padat dan mudah diingat.
Aku kenal Ve waktu kelas 1 SMA. Baru masuk sekolah sekitar
semingguanlah. Eh, tau-taunya liat ada cewek cantik. Sepertinya sih dari
kelas A. Soalnya kelihatan dari anaknya yang suka baca buku dan emang
wajah-wajah anak pintar. Hehehe, padahal asal nebak aja. Aku sendiri di
kelas C. Berjarak 2 kelas lah dari Ve.
Aku ingat waktu itu pelajaran Matematika. Tiba-tiba ada sesuatu yang
enak untuk dibicarakan. Aku pun ijin guru untuk ke belakang. Karena
saking kebeletnya, aku lari ke kamar mandi.
"Kamar mandinya agak jauh lagi." gunamku sambil berlari
Sampai-sampai gak sengaja nabrak anak. "Bruaaak"
Eits, tunggu dulu. Jangan asal nebak. Yang aku tabark cowok bukan cewek.
"Eh, maaf Sob. Buru-buru" kataku singkat sembari meninggalkan anak itu
Ditengah pelarianku tadi. "Aszeeek" kayak apa aja pelarian segala.
Aku melihat sepintas ada cewek cantik berambut panjang duduk di kelas A.
Kebetulan jaln menuju kamar mandi melewati kelas tersebut. Tapi aku gak
sempat berhenti karena sudah sangat darurat.
Sesampainya di kamar kecil, aku langsung keluarkan semua yang menjadi
beban tadi. Hahaha "the piss of the cure". Eh, pas mau nyiram ada
something.
"Sial, airnya gak keluar-keluar" kataku kesal
Aku coba pencet tombol Ctrl+Alt+Delete tapi gak mempan. Hahaha
maksudnya gak keluar-keluar. Aku pindah ke tempat yang lain juga gak
bisa. Pas pasrah dan iseng pencet yang tadi, eh keluar banyak. Untung
gak sampai membasahi seragamku. Airnya gak mau berhenti ngalir. Padahal
udah dipencet berulang kali. Karena gak mau ambil pusing, kabur aja dah.
Tiba-tiba keinget ama cewek tadi. Padahal baru keluar kamar kecil.
"Saatnya Istirahat...." suara sari speaker bel tanda istirahat sangat keras sekali
"Waduh, pasti rame nih. Zombie-zombie kelaparan pada cari makan, Hhahaha" batinku
"Dimana ya cewek tadi ??? " gunamku sambl mencari ke kanan kiri, depan belakang, atas bawah dekat kelas A tadi
Padahal aku cuma mau liat aja. Tapi udah ilang duluan. Yaudah, aku kembali ke kelas aja. Pas aku mau masu, semua pada keluar.
"Eh, ayo ke kantin " kata Mahendra, temen sebangku ku di kelas.
"Nggak ah, masih kenyang. Ajak Japar aja noh" kataku sambil nunjuk Japar
"Yaudah, kita duluan sob " kata Mahendra
Yo'i brow." jawabku singkat
DI dalam kelas masih ada Ivan lagi mainan laptop.
"Gak ke kantin Van ?" tanyaku
"Gak Sob, nih mau download." balasnya
"Download apaan? " tanyaku lagi
"Nggak, cuma video referensi aja" jawabnya
"Eh, tadi aku liat cewek gini sob." kataku sambil megangkat jempol
"Hahhaha, anak kelas apa?" tanyanya
"Gak tau juga sih, tapi kayaknya dari kelas A. Soalnya tadi aku sempet liat dia di depan kelas A." jawabku
"Wah, kebetulan aku ada temen anak kelas A. Katanya dia punya foto
anak kelas A lengkap waktu acara apa gitu, dulu aku pernah liat " kata
Ivan
"Yang bener Sob? " tanayku meyakinkan
"Kayaknya iya, ntar tak tanyain dah" katanya
"Hhahahahay, thankz Sob" kataku senang
***
Dirumah aku masih kebanyang wajah cewek tadi. Walau sebentar tapi
sudah susah dilupain. Hahahhaha gombal. Tapi emang begitu sih. Oh ya,
aku keinget Ivan juga. Eitz, tapi keinget kalau dia mau minjem foto
temennya.
"Van, gimana? Udah dapet" aku coba sms
"Udah Sob, besok aku bawa" balasnya
Aku segera tidur. Ingin lebih cepat dari waktu di jam (segera besok).
***
Keesokan harinya aku langsung temui Ivan yang datang udah dari tadi pagi. Biasa anak rajin.
"Van, mana fotonya?" tanyaku
"Nih, yang mana Sob anaknya?" tanyanya balik
Aku tunjuk dari kiri ke kanan sampai bawah. Tapi sepertinya ga ada. Aku coba ulangi berkali-kali. Tapi tetap aja gak ada.
"Yang mana Sob?" tanyanya penasaran
"Waduh, gak ada kayaknya. Apa mungkin bukan kelas A ya???" balasku dengan agak heran
"Waduh " kata Ivan singkat
"Ah, mungki kalau jodoh pasti bertemu lagi" kataku pasarah
"Aszeeeek" balas Ivan.
Pelajaran dimulai seperti biasanya. Saat itu aku ingat pelajaran
Matematika. Padahal kemarin udah Matematika tapi hari ini juga ada.
Pelajaran yang paling tidak aku sukai karena membingungkan. Pandanganku
memang ke arah papan tulis. Seolah-olah aku memperhatikan. Padahal
pikiranku udah kemana-mana tapi tak dimana-mana.
Lamunanku terhenti saat guruku berbicara agak keras. "Perhatian
anak-anak". Wah ada dua cewek dari kelas lain masuk ke kelasku.
Sepertinya gak asing sengan salah satu dari mereka.
"Eh, itu kan cewek yang kemarin. Oh, ternyata dia anggota osis?" gunamku
"Pantesan di foto tadi gak ada, orang anak kelas dua A." kataku dalam hati
Dua cewek tersebut meminta sumbangan untuk korban bencana alam.
"Semoga dia nariknya di deretan bangku ku" aku berdoa dalam hati
Aku berada di bangku nomor tiga sari depan, belakang, samping kiri
dan kanan. Memang cukup unik tempat yang aku duduki. Harapanku terkabul,
dia berjalan menuju deretanku. Aku harus berani bertanya, minimal nama
lah. Ketika dia menuju bangku ku. Aku mengambil uang dan menaruhnya di
kotak amal yang dibawa cewek tadi.
"Siapa mbak namanya??" tanyaku agak ragu
"Jessica.." jawabnya singkat dengan senyumnya yang mempesona. baca selanjutnya...
Add me : www.facebook.com/iksankurniawan48
BalasHapusLike me : www.facebook.com/forJKT48
Follow me : @nustqiew
Follow me : @forJKT48